Archive for the Iseng Category

4 Jenis Watak Manusia

Posted in Iseng with tags , , , on May 26, 2008 by Bima Pranachitra, S.S.
KARAKTER MELANKOLIS/PELINDUNG

Ciri-ciri:

* Analitis, mendalam, dan penuh pertimbangan
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi kepada jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri untuk orang lain
* Sedikit idealis

* Memiliki selera tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian dan merinci sesuatu, tekun, serba tertib, dan teratur (rapi)
* Hemat
* Memandang suatu permasalahan dan mencari solusi pemecahan kreatif (malah terlalu kreatif)
* Jika sudah dimulai, harus dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Merasa puas di belakang layar dan suka menghindar dari perhatian publik.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan keadaan orang lain Read more »

30 Funniest Movies That I Ever Watch

Posted in Iseng with tags , on May 15, 2008 by Bima Pranachitra, S.S.

The list is in random order. I haven’t had much time organizing the most or the least funniest movies (at least for now, lol). But most of all, I love parodies and Jim Carrey Movies.

OK, let’s start now, shall we? Read more »

What am I?

Posted in Iseng with tags , , on May 15, 2008 by Bima Pranachitra, S.S.

I desire respectability, solidity, love, family pride and traditions. I loath pretentiousness, insincerity, and deception. I always wanted to be the perfect builder for the good and security of all. And I appreciate the value of a job well done.

I have a practical point of view and constantly work to put more order into my environment. In ventures or new directions, I like to look ahead, plan carefully, then apply myself with concentration and good management. Read more »

An Invisible Painting on a Blank Canvas

Posted in Iseng on May 15, 2008 by Bima Pranachitra, S.S.

Your face resembles the unattached figure
Trembling inside this blissful space
Shattered beneath green glass of panorama
Clouded is the soul, raining is the face

Blank canvas is the place you lived
Poetry is the land you loved
Colorful yet absurd to catch
Invisible yet insightful to be seen

Sea of love is the sea of life
Green of mind is a blue of heart
Painting black is a drawing white
Chestful of gold is a handful of lies

Life is a definition of living
It crawls beside our tomb of fate
Magic flies throughout the flat black skies
Hovering upward this empty glass

Curhat Menjelang Program Pasca Sarjana

Posted in Iseng with tags , , , on April 20, 2008 by Bima Pranachitra, S.S.

Tak terasa sudah 4 bulan saya menjalani keseharian sebagai seorang Fresh Graduate (sarjana). Hari-hari ini pun saya lalui tanpa pengalaman-pengalaman yang menarik. Baru saya rasakan bosannya berdiam diri seharian di rumah sambil menunggu pendaftaran program pasca sarjana (S2) dimulai bulan Juni nanti. Mungkin kalian heran mengapa saya hanya berada di rumah seharian. Cari kerja kek… Yah.. banyak sekali teman saya yang menyarankan hal ini, termasuk pacar saya sendiri. Lantas saya tegaskan.. saya sudah mulai bekerja sebagai wiraswasta sejak masih di bangku SMP. Musik adalah dunia saya. Bahkan semua materi yang saya dapatkan termasuk rumah, mobil, sampai biaya pendidikan adalah hasil dari bermusik.

Terus terang saya sangat cinta dengan dunia pendidikan. Bahkan lebih tepatnya ketagihan pendidikan, Saya sangat suka dengan kegiatan belajar-mengajar, malah sempat terpikir untuk mengabdikan diri saya ke dunia pendidikan. Entah kenapa saya bisa begitu tertarik terhadap ruang lingkup ini. Sepertinya saya merasakan suatu aura yang sangat cerah ketika mengikuti proses belajar-mengajar. Terutama saya bisa merasakan karisma dan sikap pemimpin sekaligus kesan intelek ketika suatu ketika berkesempatan mengajar salah satu mata kuliah di kampus. Benar-benar pengalaman yang membanggakan karena berkesempatan menghimbau di depan puluhan pasang mata.

Berbeda dengan pandangan umum bahwa kuliah hanyalah formalitas agar dapat memperoleh gelar akademik, saya malah merasa kuliah adalah hiburan spiritual dan kebutuhan jiwa. Terdengar munafik? Bagi sebagian orang mungkin begitu. Tapi bagi saya tak ada yang lebih menyenangkan daripada mengikuti perkuliahan. Aneh? Memang aneh. Saya termasuk orang yang tidak pernah bosan berdiskusi, berdebat, berteori, sampai berorganisasi. Sangking anehnya, ketika saya S1 dulu teman bicara saya di kampus sebagian besar adalah para dosen. Hehehe… orang yang aneh..

Oh… pasca sarjana… kira-kira sanggup kah saya memasuki sistem perkuliahan yang derajatnya lebih tinggi ini? Bisakah saya beradaptasi dengan lingkungan yang semakin dewasa dan matang? Entahlah… Semuanya begitu kabur jika digambarkan jauh sebelum kegiatan ini dimulai. Yang paling saya harapkan adalah keramahtamahan para dosen seperti di almamater saya dulu. Semoga dosen yang akan saya temui di perkuliahan ini juga bersikap terbuka, membimbing, rendah hati, dan bijaksana.

Sekarang tinggal 1 bulan lagi menjelang hari pendaftaran. Yang jelas ada dua perasaan yang muncul di benaknya: tak sabar sekaligus cemas. Tapi yang jelas saya sangat mendambakan peristiwa ini. Saya mohon do’a semoga saya dapat melalui berbagai rintangan dan hambatan.

Terima kasih sudah mau membaca keluh kesah saya.